Genggam Bara Api Itu dengan Kuat!

img-tumb

Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam memperkirakan pada suatu masa nanti kita akan hidup dalam suatu keadaan yang sangat sulit kalau kita berpegang teguh pada agama.

يَأْتِى عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ


Akan datang kepada manusia suatu zaman, orang yang berpegang teguh pada agamanya seperti orang yang menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi no. 2260)

Greensoulid, tentu kita semua tahu apa itu bara api. Meskipun kita nggak pernah merasakan, tapi kalau diminta untuk memegangnya pasti kita nggak akan mau. Betul? Kita sudah kebayang dengan panasnya. Sudah kebayang dengan tangan kita yang melepuh. Pokoknya kita nggak akan tahan sama sakitnya. Ah, jangankan bara api, mau pegang tutup panci masakan aja masih bingung dulu cari cempal. Hehe.

Tapi gaes, masalahnya disini, bara api itu ternyata adalah sesuatu yang akan menyelamatkan kita, yakni agama Islam. Gambaran rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam dalam hadits di atas  nggak lain menunjukkan bahwa begitu beratnya kondisi yang dialami orang-orang yang istiqomah. Dan apa yang kita alami saat ini kurang lebih sama seperti yang digambarkan oleh Rasulullah sallallaahu ‘alayhi wa sallam tersebut. Situasi sekarang membuat kita nggak mudah untuk hidup secara istiqomah.

Bro, sis, tentu sebagai seorang muslim kita nggak mungkin melepaskan agama kita. Karena agama inilah yang memandu jalan hidup kita di dunia dan akhirat. So, apapun resiko dan rasa sakitnya, kita nggak akan melepaskan bara api (agama) ini.

Jadi, di saat anak-anak muda lainnya asyik pacaran, di saat mereka nggak malu dengan aurat yang terbuka, di saat mereka dengan mudahnya melalaikan shalat, di saat mereka nggak peduli dengan tsaqafah Islam, di saat mereka nggak membatasi pergaulan, di saat mereka kekeuh “yang penting hepi”, di saat mereka tergila-gila dengan game, sepak bola, gadget, fesyen, di saat mereka acuh terhadap kewajiban berdakwah, kita tetap kokoh berdiri sebagai pemuda Islam yang taat. Syari’at melarang berarti kita tinggalkan, syari’at memerintah berarti kita lakukan. Jadi bukan pertimbangan hepi, asyik, enjoy atau nggak.

Dengan tetap memegang Islam, ini menjadi bukti bahwa kita nggak main-main dalam menjalani hidup. Menjadi bukti bahwa kita nggak menyia-nyiakan kesempatan yang sebentar ini untuk memerbanyak bekal menuju kampung akhirat.

Nah, begitulah Greensoulid nasihat yang singkat ini, kita memohon pertolongan Allah sehingga kita tetap teguh memegang bara api itu, sehingga kita menjumpai diri kita di akhirat kelak sebagai orang-orang yang beruntung. Aamiin. InsyaAllah. Waallahu a’lam bi-shawwaab.

Dilihat 215 kali | Tags: #Islam