HIJRAH NGGAK SEKEDAR IDENTITAS

img-tumb

Gaes, pernah nggak memperhatikan majelis-majelis yang bertemakan hijrah, seringkali ada pertanyaan seputar, “Ustadz, apa sih kunci sukses berhijrah?” atau “Ustadzah, saya itu semangat untuk hijrah, tapi kadang kebawa arus males temen-temen, gimana dong?” dan masih banyak lagi pertanyaan yang serupa…

Wajar aja kalau pertanyaan macam itu hampir selalu ada di majelis-majelis tentang hijrah, sebab agar seseorang itu bisa sukses dalam hijrah dan istiqomah, ternyata ada kuncinya lho… Dan sayangnya, para penanya masih belum mendapatkan kunci sukses hijrah dan istiqomah.

Untuk kali ini, @kawansholeh akan berbagi caption dengan tagar #SuksesHijrah bersama Greensoul. Jangan lupa tag dan mention temen-temen kamu buat follow si gaul berjiwa muda @greensoul.co.id ini ya.

Baik, kita mulai dengan pertanyaan besar dan viral, “Apa rahasia kunci sukses hijrah istiqomah berjamaah ala @kawansholeh?”

Kawansholeh punya 2 tips utama yang harus dimiliki para movers (remaja hijrah). Tips-tips ajaib ini bisa bantu movers tidak hanya sukses hijrah, tapi juga sukses berjamaah ikut dalam dakwah.

Tips pertama, komitmen. @kawansholeh memaknai komitmen itu “ucapan sama dengan perbuatan”. Iya benar memang, orang dikatakan berkomitmen itu ketika apa yang dia katakan, ternyata sesuai dengan apa yang dia lakukan. Apakah cukup? Belum. Ada yang lebih penting dari sekedar makna komitmen, yaitu “seberapa kuat komitmen kita?”. Tentu jawabannya bukan berbilang angka, tapi jawabannya berupa keistiqomahan dalam berhijrah. Makin istiqomah seseorang, makin kuat komitmennya.

Terus gimana cara menguatkan komitmen? @kawansholeh memberikan “why atau mengapa?” sebagai kata kunci. Perlu movers ketahui, kata tanya ini bukan sembarang kata tanya, tapi ia punya keajaiban dibanding kata tanya lainnya. Keajaibannya muncul dari setiap jawaban pertanyaan tersebut.

Rumusnya, “semakin berkualitas jawaban dari mengapa, maka semakin berkualitas dan semakin kuat komitmen dalam diri”. Oh iya, untuk mendapatkan jawaban berkualitas, movers juga harus memiliki banyak jawaban berkualitas lho. Semakin banyak jawabannya, semakin besar peluang untuk mendapatkan jawaban berkualitas dalam jumlah banyak. Jawaban berkualitas itu ibarat pilar kokoh, semakin banyak pilar, semakin kuat ia menyangga.

Movers yang tau jawaban “mengapa dia hijrah?” dengan movers yang nggak tau jawabannya, beda komitmennya. Beda komitmen antara movers yang punya jawaban berkualitas dengan movers yang punya jawaban biasa dari “mengapa dia hijrah?”

Coba movers menanyakan diri masing-masing, alasan hijrahnya. Kalo saran @kawansholeh sih, carilah jawaban yang susah untuk ditukarkan dengan sesuatu apapun dan yang tidak mudah dipatahkan. Hijrah karena mengharap ridha Allah tentu beda dengan hijrah karena pacar yang pacarannya putus, hijrahnya ikutan putus.

Greensoulid, setelah memiliki komitmen dan hijrah yang istiqomah, maka yang berikutnya adalah hijrah yang berkualitas. Hijrah berkualitas itu adalah movers yang tak hanya mengubah penampilan, tapi juga mengubah pola pikir dan pola perilaku (amal) menjadi baik, dan yang sudah baik akan bertambah kuantitas amalnya.

Tips kedua yang akan membuat hijrah berkualitas, @kawansholeh buka dengan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW. Dari Abu Musa RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Permisalan teman duduk yang baik dan teman duduk yang jelek seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. (Duduk dengan) penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wanginya, bisa jadi engkau membeli darinya dan bisa jadi engkau akan dapati darinya aroma yang wangi. Sementara (duduk dengan) pandai besi, bisa jadi ia akan membakar pakaianmu dan bisa jadi engkau dapati darinya bau yang tak sedap.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi solusi agar hijrah berkualitas, kuncinya ada pada teman dekat, sahabat, jamaah, atau komunitas yang intens berinteraksi. Karena dari merekalah kita tertular kebiasaannya dan merekalah yang menularkan kebiasaannya.

Tinggal pilih, kebiasaan mana yang dicari, kebiasaan biasa atau berkualitas, buruk atau negatif. Merekalah yang menularkan. Jika berharap bisa semangat belajar, maka butuh temen dan komunitas belajar yang isinya semangat belajar. Jika berkumpul dengan pemabuk, kemungkinan besar kebiasaan mabuk yang didapat... atau sekedar bau aroma alkohol yang melekat.

So, carilah teman dan komunitas yang memiliki pola pikir Islami, pola bicara yang santun, dan pola perbuatan yang berorientasi amal sholeh.

Movers yang baru hijrah sayang sekali jika modal komitmennya kuat tapi masih berkumpul dengan orang-orang yang tak mendukung hijrahnya. Akan terkikis komitmen itu. Semoga tips ini bisa membantu movers Greensoulid ya. Sebab, hijrah tak sekedar identitas, tapi juga kualitas. [] @aansoris (Ahmad Ansori, Founder @kawansholeh)

Dilihat 399 kali | Tags: