Jangan Lalaikan Sya'banmu

img-tumb

Pada suatu malam yang larut, Rasulullah saw keluar menuju masjid, menemui para Sahabat yang tengah menanti beliau saw untuk menunaikan shalat isya' berjamaah. Lantas Rasulullah bersabda kepada mereka (para Sahabat), yang artinya,

"Tak ada satu pun orang —saat ini— dari penduduk bumi yang menunggu shalat ‘Isya ini kecuali kalian.(Shahih Bukhari, no. 569, 570)

Gaes, dari hadits itu, hikmah yang bisa kita petik adalah bahwa ada keutamaan beribadah pada waktu-waktu yang kebanyakan orang melalaikannya. Dzikir pagi dan petang, beriktikaf antara maghrib dan isya, dan termasuk pula memperbanyak amal ibadah di bulan Sya'ban. Yap, bulan Sya'ban.

Bulan ini adalah bulan yang dimana manusia sering lalai. Bulan yang berada di antara 2 bulan besar (Rajab dan Ramadhan) ini, seringkali dianggap nggak punya keutamaan, sebagaimana bulan-bulan biasa. Padahal, sejatinya bulan Sya'ban ini adalah bulan dimana amal-amal manusia dilaporkan oleh malaikan kepada Allah 'azza wa jalla. Rasulullah saw bersabda, yang artinya:

Bulan Sya’ban itu berada di antara Rajab dan Ramadhan, banyak manusia yang melalaikannya. Saat itu (Sya’ban) amal-amal hamba diangkat, dan aku menyukai jika amal-amalku tidaklah diangkat melainkan aku tengah berpuasa.(Hadits Hasan, lihat Ash-Shahiihah, no. 1898, dan Shahiih Targhiib wat Tarhiib, no. 1022, oleh al-Albani rahimahullaah)

Nah, Gaes, rugi banget kan kalo kita ikut-ikutan lalai di bulan ini. Jadi yuk kita tingkatkan amal sholeh kita di bulan Sya'ban ini. Kita jaga ibadah wajib kita, perbanyak puasa, sedekah, silaturahim, dan amal-amal sholeh lainnya. InsyaAllah, ibadah sholeh yang dilakukan di saat kebanyakan manusia lalai, akan menguatkan keikhlasan. Dan juga menghasilkan pahala yang lebih dari biasanya. Kenapa? karena godaan yang dirasakan lebih besar. Sehingga pengorbanan yang dilakukan pasti lebih besar. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah saw tercinta, yang artinya.

Hanya saja (ganjaran) ibadah itu bergantung pada kadar kepayahan yang engkau alami.(Shahih Muslim, no. 1211)

Wallaahu a'lam bisshowwaab. []

Dilihat 190 kali | Tags: