Menyikapi Ejekan dalam Kebaikan

img-tumb Credit: Unsplash.com

Pertanyaan: 
Bagaimana kita harus bersikap kalau orang lain mengejek kita karena postingan kita tentang kajian? katanya percuma kajian tapi sikapnya blm baik.

Jawaban:
Berdakwah merupakan kewajiban dari Allah terhadap setiap muslim. Kewajiban itupun berlaku tanpa terkecuali, baik pria maupun wanita. Kewajiban tersebut pun sama halnya dengan kewajiban menegakkan sholat, puasa, zakat. Bahkan sudah seharusnya kita menjadikan kewajiban berdakwah tersebut sebagai poros utama dalam kehidupan keseharian kita. Segala aktivitas yang kita jalani baik itu bersekolah, kuliah, bekerja dapat kita lakukan seiring dengan menjalani kewajiban berdakwah yang menjadi poros di antara segala aktivitas lain.

Sehingga dimanapun kita berada, dapat kita jadikan sebagai lahan untuk berdakwah. Baik itu kepada teman sekolah, teman kampus, rekan kerja misalnya. Berdakwah itupun tidak harus selalu dari balik mimbar sebagaimana yang dilakukan oleh para da'i kondang misalnya. Tapi bisa dengan beragam cara misal ketika ngobrol santai dengan teman pun bisa sambil berikan inspirasi kepada mereka tentang Islam.

Sosmed di jaman kekinian yang kian canggih inipun menawarkan beragam pilihan aplikasi sebagai sarana kita berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Tak sedikit yang memanfaatkannya sebagai sarana dakwah dengan share berita/artikel/foto/video tausiyah dari para asatidz/ah.

Namun tak jarang, respon tiap orang yang melihat postingan demi postingan dakwah dari akun kita ini pun tidak selalu direspon positif. Adakalanya mereka mencemooh. Tak jarang pula mereka memberikan kritik dan saran.

Hal tersebut kadangkala mereka lakukan karena bisa jadi mereka melihat fakta adanya ketidaksinkronan antara postingan demi postingan kita di dunia maya dengan perbuatan kita di keseharian dunia nyata.

Jangan langsung emosi ketika mendengar hujatan mereka. Tarik nafas mendalam dan hembuskan perlahan! Cooling down sejenak. Setelahnya perlu untuk mengintrospeksi diri. Coba mengingat kembali adakah mungkin di antara perbuatan kita yang ternyata tidak selaras dengan apa-apa yang seringkali kita posting via sosmed.

Lantas, bersyukurlah karena memiliki teman yang demikian. Meskipun cara yang mereka pilih dalam mengingatkan kita tergolong cara yang kurang ma'ruf, karena diiringi dengan menghina misalnya. Namun selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup ini. Bahwa perlu untuk bersikap yang baik pula, seiring dengan dengan postingan dakwah yang seringkali kita unggah.

Jika ternyata orang tersebut sebenarnya tidak cukup intens mengenal kita beserta segala aktivitas keseharian kita. Dan ia mencemooh karena memang tidak menyukai pribadi kita misalnya, maka hal itupun patut kita syukuri pula. Karena musuh yang mengingatkan akan kesalahan dan kekurangan kita itu sebenarnya lebih baik daripada teman yang tidak pernah mengingatkan kita akan kesalahan-kesalahan kita. Karena dengan membiarkan kesalahan kita tanpa ada yang pernah mengoreksinya, maka sama dengan membiarkan diri kita terus-menerus berada dalam kubang dosa kemaksiatan.

Apabila ternyata ejekan tersebut tidak benar adanya, maka tetaplah bersyukur. Karena ada orang lain yang sebegitu pedulinya dengan diri kita. Meskipun fitnahnya begitu menyakitkan hati, namun di sini Allah sedang menguji dirimu untuk bisa naik kelas. Agar dapat naik derajat iman dan takwa ke level yang lebih tinggi. Tentunya jika kita berhasil melalui ujian tersebut dengan bersabar. Mudah-mudahan Allah ampuni pula dosa kecil yang telah lalu berkat kesabaran melalui ujian demi ujian yang ada.

Jawaban oleh: Kak Cynthia P. Putri, S.Psi

 

Dilihat 178 kali | Tags: