Taubat Lagi Maksiat Lagi!

img-tumb Sumber gambar: muslimobserver.com

Udah taubat nangis-nangis, eh balik lagi diulangin ngebuat dosanya. Taubat lagi, kali ini bener-bener nyesel dan komitmen nggak ngulangin lagi, eh masih gagal juga. Masih aja ngulangin maksiat itu itu lagi. Ehm.. ada yang ngalamin begini? Cung!

Greensoulid, nggak sedikit lho ternyata yang ngalamin hal seperti itu. Masih ngelakuin maksiat padahal udah taubat bolak balik. Dan diantara mereka ada yang sampai berputus asa dengan rahmat Allah. “Ngapain taubat juga, toh ntar juga balik maksiat lagi.” Gitu kira-kira.

Nah Greensoulid, dalam tulisan kali ini. Greens mau berbagi sedikit tips tentang gimana caranya kita menghadapi yang demikian. Langsung aja.

Pertama, terimalah hakikat kita sebagai makhluk yang pasti melakukan dosa. Mau anak SMA, mahasiswa, guru, dosen, bupati, presiden bahkan kyai atau syaikh pun adalah makhluk Allah yang pasti berbuat dosa.

Ini agar kita sadar akan kedudukan kita, agar kita sadar bahwa kita bukanlah malaikat. Terlebih agar kita nggak pernah menyombongkan diri di hadapan Allah SWT.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak pernah berbuat dosa, niscaya Allah akan mengganti kalian dengan mendatangkan suatu kaum yang kemudian kaum tersebut berbuat dosa, kemudian mereka meminta ampun kepada Allah, dan Allah akan mengampuni mereka(HR. Muslim)

Kedua, jika kamu ingin yang terbaik, bertaubatlah. Jika kamu ingin lebih deket sama surga, bertaubatlah. Jika kamu ingin lebih deket sama Allah daripada yang lain, mudahlah bertaubat. Karena sebaik-baik kita adalah yang bertaubat, seperti dalam sabda Rasulullah Muhammad saw yang artinya,

Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat(HR Ibnu Maajah)

Ketiga, ketahui sebab mengapa kita bermaksiat dan cari solusinya. Misalnya kita gampang gosipin temen. Kalau sebabnya adalah karena temen, maka solusinya kita cari temen yang lain yang ngejaga diri dari ngegosip. Kita nggak bisa tutup mata, kalo temen emang ngaruh banget sama kehidupan dan perilaku kita. Bahkan Rasulullah pernah bersabda bahwa kalo kita ingin tau agama seseorang, cukup liat agama temennya. Pasti nggak jauh beda deh. Jadi, punya temen yang sholeh/ah itu puuenting banget ges.

Atau misalnya kalo kita gampang boong, solusinya bisa jadi dengan puasa. Orang puasa itu pantang boong. Kalo boong, puasanya cuma dapet laper sama haus doang, alias nihil pahala. Nah lo, kalau udah gitu kan kita pasti mikir-mikir kalo mau boong, betul?

Keempat, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Allah itu Maha Pengampun ges, berapa kali pun kita berbuat dosa, asal kita bertaubat, Allah pasti ampuni. Allah berfirman yang artinya,

“Katakanlah, wahai para hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa terhadap rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa, sungguh Dialah Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (TQS. Az Zumar : 53)

Allah juga berfirman dalam hadits qudsi yang artinya,

“Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat dosa di siang dan malam hari, dan Aku akan mengampuni seluruh dosa, maka minta ampunlah kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni dosa-dosa kalian” (HR. Muslim)

Sekali kita berbuat dosa, taubat. Dosa lagi, taubat lagi. Terus aja begitu. InsyaAllah jika kita bener-bener menjalankannya dengan ikhlas, hati kita akan lebih sensitif sama dosa.

Kelima, sibukkan diri dengan amal-amal sholeh. Kebanyakan dosa itu, karena kita punya kesempatan dan waktu luang ges. Jadi solusinya ya, sibuklah dengan ketaqwaan. Kalo perlu buat #selfchallenge. Misalnya, dalam 6 bulan bisa nyelesaiin baca kitab tafsir ibnu katsir. Tiap bulan kudu khatam Al Quran minimal sekali. Bahkan kalo perlu, bikin reward and punishmentnya sekalian. Kalo berhasil kita ngasih reward diri kita apa, kalo gagal kita harus di-punish gimana.

 

*   *   *

 

Greensoulid, adanya dosa membuat kita sadar bahwa kita pasti butuh dengan Allah, kita pasti butuh dengan ampunanNya, rahmatNya, kasih sayangNya. Jadi ya, kita kudu terus berdoa agar Allah memberikan kita hati yang selalu taat, ilmu yang manfaat, dan tentunya hidayah setiap saat. Begitulah memang hakikat seorang hamba. Dan hal ini sangat sejalan dengan hakikat kita diciptakan, yaitu untuk beribadah kepada Allah azza wa jalla.

Begitulah ges tips singkat yang bisa Greens bagikan. Semoga bermanfaat! []

Dilihat 174 kali | Tags: