Wonderful Journey for Mariage

img-tumb

Gaes, beberapa waktu lalu, Greens berkesempatan menghadiri seminar pra nikah yang diselenggarakan di panggung utama IBF Malang, 3 Desember kemarin. Seminar ini diisi oleh penulis buku serial Wonderful Family, Pak Cahyadi Takariawan atau sering dikenal dengan Pak Cah.

Dalam kesempatan ini Pak Cah menyampaikan sepuluh langkah menuju pernikahan. Pas banget buat kamu-kamu para jofisa! :D

Berikut ini adalah 10 langkah untuk menuju pernikahan, mbl- (eh) gaes..

Pertama, persiapan. Siap untuk menghadapi segala situasi saat berumah tangga. Siap untuk selalu mengenali pasangan karena rumah tangga nggak akan pernah ada pada situasi yang sama.

Kedua, menentukan batas waktu kesiapan. Kapan menikah?

Ketiga, menyampaikan kriteria calon yang diinginkan kepada orangtua. Karena menikah bukan sebatas menyatukan dua insan. Dan hal ini dilakukan juga untuk mencari keridhoan orang tua.

Keempat, proses mencari calon. Ingatlah apa saja yang diminta ortu untuk calonmu. Ingat juga, khususnya akhawat (para cewek), kalau sudah ketemu, status dia masih calonmu. Kepastian itu ada pada akad.

Kelima, sampaikan calon kepada ortu. InsyaAllah jika poin ketiga sudah dipenuhi, ortu nggak akan menolak atau melarang.

Keenam, taaruf. Bertemulah secara langsung dengan ditemani seorang mahram yang selama ini menjadi jembatan komunikasi. Sampaikan hal-hal yang ingin disampaikan, terutama masalah pekerjaan, melanjutkan pendidikan, ke luar negeri, dll. Dan yang paling utama dalam proses ta'aruf ini adalah sepakati visi bersama. Perjelas deh.

Ketujuh, khitbah. Proses ini sebenarnya cuma formalitas saja, karena khitbah itu sudah pasti diterima. Dalam proses ini, pihak ikhwan harus sudah tau mahar yang diinginkan apa lho ya. Dan dalam proses ini pula, pihak ikhwan (cowok) bisa menyampaikan bagaimana pembiayaan acara akad dan walimah nikah. Jika malu, bisa menyampaikan dibalik layar (tidak secara langsung). Karena memang, acara akad dan walimah bukanlah kewajiban pihak ikhwan untuk menanggungnya secara keseluruhan.

Kedelapan, mengurus administrasi pernikahan. Langkah ini udah jelas dong ya.

Kesembilan, akad dan walimah nikah. Di proses inilah kepastian "dia adalah jodohku". Sehingga jangan sampai masih ada pertanyaan baik dari pihak ikhwan (cowok) maupun akhwat (cewek), "dia jodohku bukan ya?". Sekarang dialah istrimu, bro! dialah suamimu, sis! Oleh sebab itu, menikah jangan dibuat ajang coba-coba. Sekali-kali jangan!

Kesepuluh, jatuh cinta. Yap, dari proses-proses sebelum akad berlangsung, dilakukan tanpa jatuh cinta terlebih dahulu gaes. Kenapa? Karena kalau sudah terlanjur jatuh cinta, maka akan sulit untuk move on kalau terjadi hambatan. Misal, nggak setujunya ortu, mahar yang nggak bisa dipenuhi, dsb.

Selain itu Pak Cah juga menyampaikan “bocoran” fase cinta dalam rumah tangga lho. Fase pertama, bulan madu, yang akan bertahan antara 3 sampai 5 tahun. Disinilah romantic love itu berada. Eh, jangan senyum-senyum sendiri..

Fase kedua, adalah fase empedu. Kekurangan pasangan akan tampak disini, jadinya rawan banget buat berantem, muncul perasaan kecewa, “ternyata dia seperti ini”, dst. Nah, fase ketiga adalah fase pembelajaran. Belajar untuk membuka diri terhadap pasangan. Kalau kata Pak Cah, “ini adalah fase ta’aruf kedua

Fase keempat adalah penerimaan apa adanya. Dan yang terakhir adalah fase real love. Mencintai dengan sepenuh hati, tetapi nggak menggebu layaknya romantic love. So, dari sini disimpulkan bahwa pertama, menikah itu awalnya adalah cinta dan akhirnya juga cinta. Aseek apa aseek? Hehe. Kedua, romantis itu nggak bisa selamanya. Ada batasnya.

Hal yang juga perlu diperhatikan bagi akhawat (para cewek) khususnya adalah, jangan memberikan jawaban bersayap jika memang menolak lamaran. Misalnya, “saya nggak menerima proposal anda tapi jika anda menunggu...” Jawaban seperti ini, akan memberikan beban psikologis bagi kedua pihak. Kenapa? Karena siapa yang tahu pasti apa yang akan terjadi? Nah, jadi jika memang menolak, tolaklah dengan jelas disertai dengan alasan baik-baik. Fahimtum? :)

Dan terakhir, mempersiapkan menikah itu selamanya gaes. Jadi orang-orang yang sudah menikahpun, sebenernya mereka terus dan terus menyiapkan, menerima, dan belajar. Jadi jangan sampe standar kesiapannya kebablasan ya. Kalo bagi cowok, tanda kesiapan kalian adalah ketika kalian sudah seneng bermain sama anak kecil. Dan anak kecil itu nyaman dengan kalian. Nah lo, masih alesan nggak siap?

Mencintai harus memiliki ya. Ungkapan seperti “biarlah dia bersama yang lain, asal dia bahagia. Aku tetap mencintainya meskipun nggak memilikinya” adalah ungkapan yang harus dibuang jauh-jauh. Jangan sampe deh ada diantara kita yang mencintai pasangan orang lain. Nggak boleh pake banget.

Sadari, kalaupun dia menolakmu, masih ada bidadari lain yang menantimu bro. Kalaupun dia suka dengan perempuan lain, masih ada pangeran yang siap menjagamu sis. Okeh?

Nah, itulah Greensoulid, ilmu dari Pak Cah yang semoga bisa bermanfaat buat kita semua. Greens doain deh, bagi para jofisa agar segera dipertemukan dengan pasangan terbaiknya. Bisa saling menguatkan dalam iman, mendorong dalam dakwah, dan membersamai menuju surga. Aamiin. []

Dilihat 151 kali | Tags: #Cinta