Keutamaan Puasa Syawal

img-tumb

Greensoulid, udah puasa Syawal belom nih? Bagi para sista, mungkin karena masih meng-qodho’/mengganti tanggungan puasa Ramadhannya disebabkan “tamu bulanan”, sedangkan untuk para brother, mungkin juga sama karena masih ada tanggungan, tapi disebabkan sakit atau keringanan safar (perjalanan).

Nah, bisa jadi, ada sebagian yang belum puasa Syawal karena belum tahu keutamaannya. Betul begitu, Guys? Oleh karena itu, Greens kepingin berbagi tentang keutamaan puasa Syawal, biar kita semangat untuk menjalankannya. Bagi yang sudah tahu, tugasnya menyebarluaskan ya. Menunjukkan kebaikan itu nggak pernah ada ruginya. Bisa jadi malah kalian dikejar-kejar pahala jariyah, lho! Mwehehe.

Okeh. Yuk kita bahas.

Greensoulid, untuk keadaan yang Greens ceritakan di awal, memang puasa yang wajib harus didahulukan dan dituntaskan, baru puasa sunnahnya, ya. Sebab, yang sunnah tidak bisa mengalahkan perintah yang faedahnya wajib. Puasa Syawal itu Sunnah, dan puasa Ramadhan adalah wajib.

Sahabat utama Rasulullah SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq RA, pernah berwasiat kepada ‘Umar RA dengan mengatakan:

“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima ibadah sunnah kecuali apabila amalan ibadah yang wajib telah ditunaikan” [Diriwayatkan Abu Nu’aim dalam Al Hilyah : 1/36].

Ibnu Taimiyah menegaskan pula:

“Oleh karena itu, wajib bertaqarrub kepada Allah dengan amalan-amalan yang wajib sebelum menjalankan amalan yang sunnah. Mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan yang sunnah terhitung sebagai ibadah jika amalan yang wajib sudah dikerjakan” [Majmu’ Al Fatawa : 17/133].

Hal ini wajar, karena Rasulullah SAW sendiri juga bersabda:

“…Dan tidaklah ada seorang hambaKu yang mendekatkan dirinya kepada-Ku, dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada amalan yang Aku wajibkan kepadanya…” [HR. Bukhari no: 6502]

Paham ya, Guys? Hayuk, tunaikan yang wajib dulu. Kalau sudah baru lengkapi dengan sunnahnya.

Sebelum kita lanjut, jangan-jangan di antara kalian ada yang sedang atau bahkan sudah melaksanakan puasa Syawal dengan komplit-plit-plit karena tanggungannya sudah beres? Wah, Alhamdulillah jika demikian. Greens ikut senang lho.

KEUTAMAAN PUASA SYAWAL

Dari Abu Ayyub Al Anshori, Nabi SAW bersabda,

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164)

Greensoulid, muslim mana yang kira-kira tidak tergiur dengan keutamaan pahala puasa setahun penuh? Padahal, puasa adalah ibadah yang sangat utama, yang dalam sebuah hadits Qudsi, dikatakan demikian:

“Puasa itu untuk-Ku dan Aku akan memberikan pahala karenanya dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, Sahih Bukhari III/22, dan Sahih Muslim III/157)


Kapan Mulai Puasa Syawal?

Kapan pun boleh yang penting masih di bulan Syawal.

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Menurut ulama Syafi’iyah, puasa enam hari di bulan Syawal disunnahkan berdasarkan hadits di atas. Disunnahkan melakukannya secara berturut-turut di awal Syawal. Jika tidak berturut-turut atau tidak dilakukan di awal Syawal, maka itu boleh. Seperti itu sudah dinamakan melakukan puasa Syawal sesuai yang dianjurkan dalam hadits. Sunnah ini tidak diperselisihkan di antara ulama Syafi’iyah, begitu pula hal ini menjadi pendapat Imam Ahmad dan Daud.” (Al Majmu’, 6: 276)

Apa Manfaat puasa Syawal?

Jika Allah menerima amalan seorang hamba, maka Dia akan menunjuki pada amalan sholih selanjutnya. Jika Allah menerima amalan puasa Ramadhan, maka Dia akan tunjuki untuk melakukan amalan sholih lainnya, di antaranya puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini diambil dari perkataan sebagian generasi salaf/terdahulu umat ini:

“Di antara balasan kebaikan adalah kebaikan selanjutnya dan di antara balasan kejelekan adalah kejelekan selanjutnya.”

Ibnu Rajab menjelaskan hal di atas dengan perkataan salaf lainnya,”Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.”

Demikianlah Greensoulid. Puasa Syawal, kalau yang wajib sudah beres, tak perlu ditunda, ya. Yuk, laksanakan bareng-bareng! Semoga Allah menerima semua amalan kita. [] aRd

Dilihat 180 kali | Tags: